Menulis itu Mudah

 Perjalanan panjang yang kita lalui entah  berapa jauh kaki ini melangkah, setiap langkahnya punya cerita kadang suka tak jarang duka yang mewarnai. Setiap langkah punya tujuan akhir yang tentunya harapan kebaikan di sana. Entah berapa banyak tetes peluh dan air mata yang terkuras selama perjalanan, di depan ada harapan kebahagian atas semua perjuangan ini.

Setiap orang punya tujuan yang ingin dicapai, bagai seorang musafir yang akan melalui perjalanan. Selain mulai melangkah dengan penuh semangat dan keyakinan berpikirlah selalu tentang kemudahan jangan berpikir sulit. Karena jalan yang kita lalui tidak selalu mulus namun penuh kerikir tapi itu memberikan tantangan untuk kita tetap berhati-hati, terus melangkap jangan ragu yakin mampu melewatinya dengan kewaspadaan. Tapi tetap berpikir mudah karena hal itu yang akan mempengaruhi alam bawah sadar dan menentukan langkah kita selanjutnya. 

Sebagai seorang penulis pemula seperti saya, banyak tantangan awal yang dihadapi, seperti takut memulai menuangkan ide karena banyak pertimbangan. Mulai dari tidak punya skill menulis, tidak ada banyak waktu duduk untuk menulis, karena segudang kesibukan, tulisan takut tidak menarik, sudah telat memulai karena usia dan banyak lagi alasan yang dibuat sehingga gagal lagi, gagal lagi untuk kesekian kali. Memang hal itu tidak sepenuhnya buruk, namun jika kita tidak hilangkan pikiran-pikiran itu, sesungguhnya akan menghambat perjalanan menulis kita. Mindset sudah dipenuhi kata-kata yang berulang menulis itu sulit.

Sesungguhnya menulis itu mudah, tidaklah sulit jika memang sudah ada kemauan keras untuk memulai, abaikan kata 'sulit' lawan dengan kata 'mudah' kata sulit kadang jadi momok menakutkan yang menjadikan kita ragu melangkah seakan-akan tak ada solusi, padahal Allah sudah janjikan setiap satu kesulitan akan ada banyak jalan keluarnya. Padahal setiap tapak perjalan selalu dimulai dari langkah pertama lanjut langkah kedua  ketiga dan seterusnya hingga sampai tujuan akhir yang dituju kesuksesan dan cita-cita.

Mari kita ubah mindset kita segera, menulis itu mudah, tulis semua kisah hidup kita dengan tinta emas liku-liku perjalanan mencapai tujuan kesuksesan, anak cucu generasi penerus akan membaca dan kelak bangga, seakan tulisan kita pesan wasiat bagi mereka, juga agar jadi inspirasi banyak orang untuk berubah jadi lebih baik, berbagi pengalaman  dan ilmu manfaat yang akan jadi bekal akhir hidup kita kelak. Tularkan hal-hal positif dengan tulisan kita walau tidak merubah dunia namun dapat merubah tiap hamba tuhan menjadi lebih baik.

Mulai dengan bismillah, alirkan ide dengan kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga tak terasa paragraf demi paragraf, jadikan medsos sarana buat kebaikan. Senang menulis dan berbagi cerita perjalanan hidup kita baik suka atau duka untuk semangat dan pelajaran bagi pembaca tulisan kita. Mulai sekarang jangan malas membaca informasi, secuil info yang diterima seorang yang sudah gemar menulis, akan jadi lebaran cerita berseri yang tentunya didukung oleh data valid yang dicari.

Jangan malas berlatih menulis dari hal yang kecil dari sekarang, jangan tunggu sampai besok, seiring waktu berjalan setiap episode perjalanan hidup kita tak akan pernah sama atau berulang mungkin peristiwa bisa sama tapi keadaan sudah tidak sama lagi, dulu anak-anak sekarang sudah memiliki anak tentu dengan izin Allah swt.

Jangan berpikir sulit dalam menulis ada ide segera tuangkan dalam tulisan, jangan pernah memikirkan keruwetan dan kerumitan tentang tata bahasa dan bagus tidaknya tulisan kita. Berusaha sebaik-baik ikhtiyar diiringi dengan do'a dan tawakal, ikhlas dengan apa yang telah terjadi jika belum sesuai harapan kembali bangkit belajar dari kekurangan.

Sedikit tips, segera cari ilmu pendukung sebanyak-banyaknya, berkumpullah dengan komunitas yang mendukung tujuan menjadi seorang penulis karena lingkungan sangat kuat mempengaruhi, suasana hati bagian dari daya dorong luar biasa untuk diri seorang penulis yang masih butuh banyak support mungkin belum  mandiri, sharing pengalaman dari teman-teman komunitas yang sukses dan gagal jadikan pelajaran. Bergurulah kepada siapa saja dan bersifatlah tawadhu' (rendah hati). Mintalah saran atau masukan tentang tulisan kita kepada senior atau sejawat  dan Siap diberi masukan dan kritik membangun untuk memperbaiki tulisan kita. 

Siapkan waktu rutin untuk membaca dan menulis walau waktunya tidak lama tapi ajeg di setiap hari-hari yang kita lewati agar tulisan kita semakin bermutu dan selesai sesuai deadline. Jangan pelit memberi komentar atau apresiasi positif kepada tulisan teman-teman karena timbal balik kebaikan dari mereka akan kita terima juga. Demikian sedikit sharing pengalaman dan tips semoga bermanfaat.Wallahu a'lam bis showwab

Ipah Latipah
Jakarta, Selasa 7 Juni 2022


Comments

  1. Masyaallah luar biasa ni bu iffah. Terlihat bukan penulis pemula. Jaga semangat selalu yah ibu ku..

    ReplyDelete
  2. Wah tulisannya bagus banget bu

    ReplyDelete
  3. Mbak Iffah.. Semangat terus yooo
    Mantap..

    ReplyDelete
  4. Usul, supaya lebih manis ditambah gambar sesuai tema pelatihan 🙏

    ReplyDelete
  5. Untaian kalimat indah dan sarat makna

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menulis Itu Mudah